PENGERTIAN ANIMASI DAN MACAM MACAM JENIS ANIMASI DASAR
PENGERTIAN ANIMASI
Pengertian animasi merupakan rangkaian gambar hasil rekayasa visual. Dalam penyusunan naskah film animasi, dibutuhka beberapa proses, dari berupa ide, gambar, dan visual. Rangkaian proses itu di antaranya:
- Dope Sheet, merupakan panduan bagi animator yang berfungsi menyelaraskan watak tokoh, gerak, dan dialog. Selain penyelarasan, dope sheet juga berfungsi untuk melihat posisi tangkapan gambar yang sesuai dengan rangkaian cerita. Hal ini menghindari gambar yang terbuang sia-sia, sehingga penggunaan waktu dalam menggambar terpakai secara efesien.
- Storyboard, merupakan recana visual ketika menggambar animasi. Storyboard memudahkan animator dalam mengembangkan ide yang diberikan oleh penulis naskah.
- Key Animator, yaitu kegiatan menggambar animasi kunci.
- Cleaning (Inker), merupakan proses mempertebal dan mempertegas apa yang telah digambar. Gambar yang telah dibuat dengan pensil secara manual, dipertebal menggunakan drawing pen agar jelas ketikan dipindai.
- Scan, yaitu proses pindai gambar yang telah dipertebal ke dalam format gambar digital.
- Tracing, merupakan proses mengubah format bitmap ke dalam format vektor.
- Coloring, merupakan proses memberikan warna pada gambar yang telah dipindai. Porses pewarnaan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi yang tersedia diperangkat komputer.
- Membuat background, merupakan proses membuat latar tempat untuk penempatan animasi yang akan dibuat. Setelah latar dibuat, lalu animasi yang telah dibuar digabungkan dengan latar tersebut agar menjadi satu kesatuan.
- Lip-Synch, merupakan proses menyelaraskan gerakan mulut pada animasi dengan apa yang diucapkan.
- Dubbing, merupakan proses mengisi suara untuk animasi yang telah dibuat.
1. Animasi Tradisional

Dikenal juga dengan istilah cel animation, animasi tradisional boleh dikatakan merupakan jenis animasi generasi awal, dimulai pada awal abad 20. Para animator harus menggambar setiap frame sehingga menghasilkan sebuah sequence.
Coba bayangkan, pada saat itu para animator harus membuat ribuan gambar dengan pergerakan gambar yang sedikit demi sedikit untuk menghasilkan sebuah animasi. Contoh animasi dengan teknik ini yaitu Pinocchio (1940) dan Animal Farm (United Kingdom, 1954).
2. Animasi 2D

Animasi 2D bisa dilakukan dengan teknik tradisional, tapi karena sudah ada komputer maka membuat animasi menjadi lebih mudah. Animasi 2D disini adalah animasi berbasis vector dan menggunakan beberapa software seperti Flash, Adobe After Effects, dan Adobe Illustrator. Ada juga yang mengatakan jika Animasi 2D adalah objek yang dianimasikan memiliki panjang (X-azis) dan (Y-azis). Dibawah ini contoh animasi 2D, Sob.
3. Animasi 3D

Generasi selanjutnya dari 2D adalah animasi 3D. Juga sama menggunakan software dalam proses pembuatan seperti Maya dan Cinema 4D, animasi 3D juga sering disebut CGI (computer-generated imagery). Pada saat proses pembuatan, para animator juga harus memikirkan detil setiap gerakkan hingga ekspresi wajahnya agar terlihat natural dan nyata. Contoh video animasi 3D yang ada adalah sebagai berikut:
4. Motion Graphic

Motion Graphic sendiri banyak dipergunakan untuk menjelaskan hal yang kompleks sehingga mudah dipahami, seperti video tutorial, video iklan hingga lyric video. Motion Graphic juga sering digunakan untuk menggerakkan kata (typographic) dan logo untuk tujuan beriklan. Nah, di Animasi Studio, kamu bisa memesan animasi jenis ini lho, Sob. Contoh hasil karya Animasi Studio untuk motion graphics ada di bawah ini ya. Video ini berisi tentang penjelasan pelajaran Matematika, berikut contohnya
5. Stop Motion

Juga dikenal sebagai claymation dan dikenalkan oleh Stuart Blakton (1906). Karakter biasanya terbuat dari tanah liat, namun juga bisa berupa boneka dan lego. Dalam proses pembuatan, karakter harus difoto sesuai gerakannya, lalu foto-foto tersebut dirangkai hingga menghasilkan sequence. Ketepatan dan ketelitian setiap gerakan sangat diperlukan, Sob, jika sampai salah kan harus mengulang kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar